ukraina

Sejarah Kemerdekaan Ukraina: Perjalanan Panjang Menuju Negara Merdeka pada 1991

marylandleather – Pada 24 Agustus 1991, sebuah keputusan bersejarah diambil di Kyiv. Para anggota parlemen Ukraina berkumpul di tengah situasi politik Uni Soviet yang sedang mengalami kekacauan. Beberapa hari sebelumnya, sekelompok pejabat garis keras di Moskow berusaha menggulingkan Presiden Soviet Mikhail Gorbachev melalui kudeta. Upaya itu gagal, tetapi dampaknya mengguncang seluruh republik yang berada di bawah pemerintahan Soviet.

Di tengah ketidakpastian tersebut, parlemen Ukraina mengambil langkah yang mengubah masa depan negaranya. Mereka mengesahkan deklarasi kemerdekaan yang menyatakan bahwa Ukraina tidak lagi menjadi bagian dari Uni Soviet.

Namun, sejarah kemerdekaan Ukraina sebenarnya tidak dimulai pada 1991. Perjalanan negara ini jauh lebih panjang, melewati masa kerajaan abad pertengahan, kekuasaan berbagai imperium, revolusi, perang dunia, hingga kehidupan di bawah sistem komunis Soviet.

Selama berabad-abad, wilayah yang kini dikenal sebagai Ukraina menjadi tempat pertemuan berbagai kebudayaan dan kepentingan politik. Bangsa Ukraina mengembangkan bahasa, tradisi, serta identitas nasionalnya melalui perubahan kekuasaan yang tidak selalu berlangsung damai.

Kemerdekaan pada 1991 menjadi titik penting ketika Ukraina memperoleh kembali kedaulatan sebagai negara modern yang diakui secara internasional. Untuk memahami bagaimana peristiwa itu terjadi, ceritanya perlu ditelusuri jauh sebelum Uni Soviet berdiri.

Akar Sejarah Ukraina dari Masa Kyivan Rus

Sejarah Ukraina mempunyai hubungan erat dengan sebuah negara abad pertengahan yang dikenal sebagai Kyivan Rus. Negara ini berkembang sekitar abad ke-9 dan menjadikan Kyiv sebagai salah satu pusat politik serta perdagangan terpenting di Eropa Timur.

Pada masa kejayaannya, Kyivan Rus menguasai wilayah luas yang mencakup sebagian kawasan Ukraina, Belarus, dan Rusia modern.

Kyiv berkembang menjadi kota penting karena berada pada jalur perdagangan yang menghubungkan kawasan Baltik dengan Kekaisaran Bizantium.

Kyiv sebagai Pusat Peradaban Awal

Salah satu peristiwa penting dalam sejarah Kyivan Rus terjadi pada 988, ketika Pangeran Volodymyr Agung mengadopsi agama Kristen dari tradisi Bizantium.

Peristiwa tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan agama, seni, arsitektur, dan kebudayaan masyarakat di kawasan tersebut.

Warisan Kyivan Rus kemudian menjadi bagian penting dalam narasi sejarah Ukraina, Rusia, dan Belarus. Ketiganya memiliki hubungan sejarah dengan negara abad pertengahan tersebut, meskipun perkembangan identitas nasional modern mereka berlangsung melalui proses yang berbeda.

Pada abad ke-13, serangan Mongol menghancurkan banyak pusat kekuasaan Kyivan Rus, termasuk Kyiv pada 1240. Setelah itu, wilayah-wilayah bekas Kyivan Rus mengalami perkembangan politik yang semakin beragam.

Ukraina di Bawah Kekuasaan Lithuania, Polandia, dan Rusia

Setelah melemahnya Kyivan Rus, sebagian besar wilayah Ukraina secara bertahap berada di bawah kekuasaan negara-negara lain.

Pada abad ke-14, Kadipaten Agung Lithuania menguasai sejumlah wilayah Ukraina. Kemudian, pengaruh Kerajaan Polandia semakin kuat, terutama setelah pembentukan Persemakmuran Polandia–Lithuania pada 1569.

Perubahan kekuasaan tersebut membawa dampak terhadap kehidupan politik, agama, dan struktur sosial masyarakat setempat.

Munculnya Kaum Cossack Ukraina

Di kawasan sekitar Sungai Dnipro, berkembang komunitas Cossack yang dikenal karena tradisi militer dan kehidupan relatif mandiri.

Kaum Cossack Zaporizhia memainkan peran penting dalam sejarah politik Ukraina. Mereka membentuk organisasi militer dan pemerintahan yang mempunyai tingkat otonomi tertentu.

Pada 1648, Bohdan Khmelnytsky memimpin pemberontakan besar terhadap kekuasaan Persemakmuran Polandia–Lithuania.

Pemberontakan tersebut melahirkan pemerintahan Cossack yang dikenal sebagai Hetmanat Cossack.

Pada 1654, melalui Perjanjian Pereiaslav, kepemimpinan Cossack menjalin hubungan dengan Tsardom Rusia. Makna politik dan hukum perjanjian ini kemudian menjadi bahan perdebatan dalam penulisan sejarah.

Dalam perkembangan berikutnya, pengaruh Rusia atas wilayah Ukraina semakin besar.

Ukraina dalam Kekaisaran Rusia

Pada akhir abad ke-18, sebagian besar wilayah Ukraina berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Rusia, sedangkan sejumlah wilayah di bagian barat berada di bawah Monarki Habsburg.

Di bawah pemerintahan Rusia, kebijakan terhadap bahasa dan kebudayaan Ukraina mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Pada abad ke-19, pemerintah kekaisaran menerapkan sejumlah pembatasan terhadap penerbitan dan penggunaan bahasa Ukraina, termasuk melalui Valuev Circular pada 1863 dan Ems Ukaz pada 1876.

Meski menghadapi pembatasan, gerakan kebudayaan dan nasional Ukraina terus berkembang.

Tokoh sastra seperti Taras Shevchenko mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan kesadaran nasional melalui puisi dan karya tulisnya.

Perjuangan Kemerdekaan Ukraina pada 1917–1921

Revolusi Rusia pada 1917 membuka kesempatan baru bagi gerakan nasional Ukraina.

Setelah pemerintahan Tsar Nicholas II runtuh, berbagai kelompok politik di Ukraina mulai membicarakan masa depan wilayah mereka.

Di Kyiv, terbentuk badan perwakilan yang dikenal sebagai Central Rada atau Dewan Pusat Ukraina.

Awalnya, gerakan tersebut memperjuangkan otonomi dalam kerangka Rusia yang berubah setelah revolusi. Namun, situasi politik yang semakin tidak stabil mendorong tuntutan kemerdekaan penuh.

Deklarasi Republik Rakyat Ukraina pada 1918

Pada 22 Januari 1918, Republik Rakyat Ukraina memproklamasikan kemerdekaannya melalui Universal Keempat yang dikeluarkan Central Rada.

Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah kenegaraan Ukraina modern.

Namun, republik yang baru terbentuk menghadapi tantangan besar.

Perang Saudara Rusia, intervensi militer asing, konflik dengan pasukan Bolshevik, serta perubahan pemerintahan membuat situasi Ukraina sangat tidak stabil.

Pada periode yang sama, muncul pula Republik Rakyat Ukraina Barat setelah runtuhnya Kekaisaran Austria-Hongaria.

Kedua republik mengumumkan penyatuan pada 22 Januari 1919, meskipun kondisi perang membuat penyatuan tersebut sulit diwujudkan secara efektif.

Mengapa Kemerdekaan Pertama Ukraina Tidak Bertahan?

Perjuangan kemerdekaan pada 1917–1921 berlangsung di tengah konflik militer dan politik yang sangat kompleks.

Berbagai kekuatan bersaing menguasai wilayah Ukraina, termasuk kelompok nasionalis Ukraina, Bolshevik, pasukan anti-Bolshevik, Polandia, dan sejumlah kekuatan lokal.

Pada akhirnya, sebagian besar wilayah Ukraina dikuasai oleh pemerintahan Soviet, sedangkan wilayah barat terbagi ke beberapa negara tetangga.

Meskipun upaya mempertahankan negara merdeka gagal, pengalaman tersebut meninggalkan warisan politik yang penting bagi gerakan nasional Ukraina pada masa berikutnya.

Ukraina Menjadi Bagian dari Uni Soviet

Pada 1922, Republik Sosialis Soviet Ukraina menjadi salah satu republik pendiri Uni Soviet bersama Rusia Soviet, Belarus Soviet, dan Republik Federasi Soviet Transkaukasia.

Secara formal, Ukraina mempunyai pemerintahan republik dan lembaga politik sendiri. Namun, keputusan penting mengenai politik, ekonomi, serta keamanan berada di bawah kendali kepemimpinan Partai Komunis Soviet.

Periode Soviet membawa perubahan besar bagi masyarakat Ukraina. Industrialisasi berkembang pesat, terutama di kawasan timur, tetapi kebijakan pertanian kolektif dan represi politik juga menimbulkan penderitaan yang luas.

Tragedi Holodomor pada 1932–1933

Salah satu peristiwa paling menyakitkan dalam sejarah Ukraina adalah Holodomor, bencana kelaparan besar yang terjadi pada 1932–1933.

Kelaparan tersebut berlangsung dalam konteks kebijakan kolektivisasi pertanian, pengambilan hasil panen secara paksa, serta tindakan represif pemerintahan Stalin.

Jutaan orang meninggal akibat kelaparan di Soviet Ukraina. Jumlah pasti korban masih menjadi objek penelitian sejarah.

Ukraina dan sejumlah negara mengakui Holodomor sebagai genosida, sedangkan penilaian mengenai niat khusus untuk menghancurkan kelompok nasional Ukraina tetap menjadi bagian dari perdebatan historiografis dan hukum internasional.

Tragedi ini meninggalkan trauma mendalam dalam ingatan masyarakat Ukraina dan kemudian menjadi bagian penting dari pembahasan sejarah nasional setelah kemerdekaan.

Ukraina Selama Perang Dunia Kedua

Perang Dunia Kedua kembali membawa kehancuran besar ke wilayah Ukraina.

Pada 1941, Nazi Jerman menyerang Uni Soviet dan menduduki sebagian besar wilayah Ukraina. Pendudukan tersebut disertai pembunuhan massal, kerja paksa, penghancuran permukiman, dan Holocaust.

Salah satu lokasi pembantaian paling terkenal adalah Babyn Yar di Kyiv, tempat puluhan ribu orang Yahudi dibunuh oleh pasukan Jerman Nazi dan para kolaboratornya pada September 1941.

Masyarakat Ukraina mengalami perang dengan cara yang berbeda-beda. Jutaan warga Ukraina bertugas dalam Tentara Merah, sementara sejumlah gerakan nasionalis bersenjata berusaha memperjuangkan kemerdekaan dengan strategi yang berubah sepanjang perang.

Sebagian kelompok nasionalis juga terlibat dalam kekerasan terhadap penduduk sipil, termasuk pembantaian warga Polandia di Volhynia. Sejarah periode ini karena itu tidak dapat dijelaskan hanya melalui satu kelompok atau satu pengalaman.

Setelah perang berakhir, Ukraina tetap menjadi bagian dari Uni Soviet.

Kebangkitan Nasional Ukraina Menjelang Runtuhnya Uni Soviet

Memasuki dekade 1980-an, Uni Soviet menghadapi persoalan ekonomi dan politik yang semakin berat.

Mikhail Gorbachev, yang menjadi pemimpin Soviet pada 1985, memperkenalkan kebijakan perestroika atau restrukturisasi serta glasnost atau keterbukaan.

Kebijakan tersebut membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk membicarakan persoalan yang sebelumnya sulit diangkat secara terbuka.

Di Ukraina, perubahan ini mendorong kebangkitan gerakan kebudayaan, lingkungan hidup, dan politik.

Dampak Bencana Chernobyl pada 1986

Pada 26 April 1986, reaktor nomor empat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl meledak di wilayah Soviet Ukraina.

Bencana tersebut menyebabkan penyebaran material radioaktif dan memaksa evakuasi penduduk dari kawasan terdampak.

Penanganan informasi oleh pemerintah Soviet menjadi salah satu sumber ketidakpercayaan masyarakat terhadap otoritas pusat.

Chernobyl tidak secara langsung menyebabkan kemerdekaan Ukraina, tetapi turut memperkuat tuntutan keterbukaan, akuntabilitas, dan kewenangan yang lebih besar bagi republik.

Munculnya Gerakan Rukh

Pada akhir 1980-an, muncul gerakan politik yang dikenal sebagai Rukh atau Gerakan Rakyat Ukraina.

Gerakan ini awalnya mendukung reformasi, demokratisasi, dan pembaruan sistem Soviet. Dalam perkembangannya, tuntutan kemerdekaan menjadi semakin menonjol.

Rukh mempertemukan berbagai kelompok masyarakat, termasuk intelektual, aktivis budaya, dan pendukung demokrasi.

Pada 1990, aksi publik besar seperti rantai manusia yang menghubungkan Kyiv dan Lviv memperlihatkan semakin kuatnya mobilisasi masyarakat.

Peristiwa tersebut juga mengingatkan kembali pada upaya penyatuan republik-republik Ukraina pada 1919.

Deklarasi Kedaulatan Ukraina pada 16 Juli 1990

Sebelum menyatakan kemerdekaan penuh, parlemen Soviet Ukraina mengambil langkah penting pada 16 Juli 1990.

Pada tanggal tersebut, parlemen mengesahkan Deklarasi Kedaulatan Negara Ukraina.

Dokumen ini menegaskan prinsip kedaulatan republik, hak menentukan nasib sendiri, serta kewenangan dalam berbagai urusan politik dan ekonomi.

Deklarasi tersebut belum berarti Ukraina sepenuhnya keluar dari Uni Soviet. Namun, isinya menjadi dasar hukum dan politik bagi proses menuju kemerdekaan.

Dokumen resmi deklarasi masih tersedia dalam arsip hukum parlemen Ukraina.

zakon.rada.gov Sejarah Kemerdekaan Negara

on July 16, 1990 № 55-XII

Mengapa Deklarasi Kedaulatan Begitu Penting?

Pada masa itu, Uni Soviet masih berdiri dan pemerintah pusat di Moskow berusaha mempertahankan persatuan republik-republiknya.

Dengan mengesahkan deklarasi kedaulatan, parlemen Ukraina menunjukkan bahwa kewenangan republik tidak lagi dapat dipandang semata-mata sebagai pelaksanaan keputusan pemerintah pusat.

Langkah tersebut memperkuat posisi politik Ukraina ketika masa depan Uni Soviet mulai diperdebatkan.

Bagi gerakan kemerdekaan, deklarasi ini menjadi salah satu landasan untuk menuntut negara yang sepenuhnya berdaulat.

Peristiwa 24 Agustus 1991: Ukraina Memproklamasikan Kemerdekaan

Pada Agustus 1991, situasi politik Uni Soviet memasuki masa yang menentukan.

Sekelompok pejabat garis keras Soviet melakukan percobaan kudeta pada 19 Agustus untuk menghentikan reformasi Gorbachev dan mempertahankan sistem pemerintahan pusat.

Kudeta tersebut gagal dalam beberapa hari. Namun, kegagalannya justru mempercepat disintegrasi Uni Soviet.

Di Ukraina, para anggota parlemen menghadapi pertanyaan besar mengenai apakah republik mereka akan tetap berada dalam negara Soviet yang sedang mengalami krisis.

Pada 24 Agustus 1991, Verkhovna Rada atau parlemen Ukraina mengesahkan Akta Deklarasi Kemerdekaan Ukraina.

Sebanyak 346 anggota parlemen memberikan suara mendukung keputusan tersebut.

Dokumen itu menyatakan pembentukan negara Ukraina yang merdeka dan menegaskan keutuhan wilayahnya.

zakon.rada.gov Sejarah Kemerdekaan Negara

on August 24, 1991 № 1427-XII

+1

Mengapa Ukraina Memilih Merdeka?

Keputusan kemerdekaan tidak muncul karena satu faktor saja.

Gerakan nasional telah berkembang selama bertahun-tahun, sementara krisis ekonomi dan politik melemahkan kepercayaan terhadap pemerintahan Soviet.

Percobaan kudeta Agustus 1991 menjadi pemicu langsung yang memperlihatkan ketidakpastian masa depan Uni Soviet.

Di parlemen, dukungan terhadap kemerdekaan datang dari berbagai kelompok politik, termasuk sebagian tokoh yang sebelumnya berada dalam struktur Partai Komunis.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa gagasan pemisahan dari Uni Soviet telah memperoleh dukungan politik yang jauh lebih luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Referendum 1 Desember 1991 yang Menentukan Masa Depan Ukraina

Deklarasi kemerdekaan pada Agustus belum menjadi akhir dari proses politik.

Parlemen memutuskan untuk menyelenggarakan referendum nasional pada 1 Desember 1991 agar masyarakat dapat memberikan persetujuan langsung terhadap kemerdekaan.

Pemilih diminta menjawab apakah mereka mendukung Akta Deklarasi Kemerdekaan yang telah disahkan pada 24 Agustus.

Hasilnya menjadi salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah Ukraina modern.

HASIL REFERENDUM KEMERDEKAAN UKRAINA — 1 DESEMBER 1991

90,32%

Pemilih yang berpartisipasi menyetujui kemerdekaan Ukraina

84,18%Tingkat partisipasi pemilih

28,8 jutaSuara mendukung kemerdekaan

Sumber: Ukrainian Institute of National Memory.

uinp.gov Sejarah Kemerdekaan Negara

УІНП

Referendum tersebut diikuti lebih dari 31,8 juta pemilih. Dukungan terhadap kemerdekaan memperoleh mayoritas di seluruh wilayah administratif Ukraina, termasuk Crimea dan Sevastopol, meskipun persentasenya berbeda antardaerah.

uinp.gov Sejarah Kemerdekaan Negara

УІНП

Leonid Kravchuk Menjadi Presiden Pertama

Pada hari yang sama dengan referendum, Ukraina juga mengadakan pemilihan presiden.

Leonid Kravchuk, yang sebelumnya menjabat sebagai ketua parlemen Ukraina, memenangkan pemilihan dengan sekitar 61,59 persen suara.

Ia menjadi presiden pertama Ukraina setelah kemerdekaan.

Hasil referendum dan pemilihan presiden memberikan dasar politik bagi pembentukan lembaga negara baru, sekaligus memperkuat posisi Ukraina dalam hubungan internasional.

uinp.gov Sejarah Kemerdekaan Negara

УІНП

Pengakuan Internasional dan Berakhirnya Uni Soviet

Setelah referendum, negara-negara lain mulai memberikan pengakuan diplomatik terhadap kemerdekaan Ukraina.

Polandia dan Kanada termasuk negara pertama yang mengakui Ukraina pada 2 Desember 1991. Pengakuan kemudian datang dari semakin banyak negara.

Pada 8 Desember 1991, pemimpin Ukraina, Rusia, dan Belarus menandatangani Perjanjian Belavezha yang menyatakan bahwa Uni Soviet telah berakhir dan membentuk Persemakmuran Negara-Negara Merdeka atau CIS.

Perjanjian tersebut menjadi salah satu tahapan utama dalam pembubaran Uni Soviet.

www.encyclopediaofukraine Sejarah Kemerdekaan Negara

Encyclopedia of Ukraine

Pada 25 Desember 1991, Mikhail Gorbachev mengundurkan diri sebagai Presiden Uni Soviet. Sehari kemudian, lembaga legislatif Soviet menyelesaikan proses formal pembubaran negara tersebut.

Ukraina memasuki tahun 1992 sebagai negara merdeka yang harus membangun sistem politik, ekonomi, dan hubungan diplomatiknya sendiri.

Tantangan Ukraina Setelah Kemerdekaan

Kemerdekaan politik tidak otomatis menyelesaikan seluruh persoalan yang diwariskan dari masa Soviet.

Ukraina menghadapi perubahan ekonomi yang besar ketika sistem perencanaan terpusat digantikan oleh mekanisme ekonomi pasar.

Transisi tersebut berlangsung di tengah inflasi, penurunan produksi, dan perubahan kepemilikan perusahaan.

Pemerintah juga harus membentuk lembaga negara yang mampu menjalankan fungsi pemerintahan secara mandiri.

Persoalan Senjata Nuklir dan Memorandum Budapest

Ketika Uni Soviet bubar, sejumlah besar senjata nuklir strategis Soviet berada di wilayah Ukraina.

Ukraina kemudian menyepakati proses pengalihan dan penghapusan persenjataan nuklir tersebut serta bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir sebagai negara tanpa senjata nuklir.

Pada 5 Desember 1994, Ukraina, Rusia, Amerika Serikat, dan Inggris menandatangani Memorandum Budapest.

Dokumen tersebut memuat jaminan keamanan, termasuk komitmen untuk menghormati kemerdekaan, kedaulatan, dan perbatasan Ukraina yang sudah ada. Memorandum itu merupakan jaminan keamanan, bukan perjanjian pertahanan bersama yang mewajibkan intervensi militer otomatis.

treaties.un Sejarah Kemerdekaan Negara

United Nations Treaty Collection

Pembentukan Konstitusi Ukraina

Pada 28 Juni 1996, Ukraina mengadopsi konstitusi baru.

Konstitusi tersebut menjadi landasan bagi sistem pemerintahan negara, pembagian kekuasaan, serta perlindungan hak warga negara.

Proses pembentukan lembaga demokratis terus mengalami perubahan melalui pemilihan umum, pergantian pemerintahan, dan reformasi politik.

Kemerdekaan Ukraina dan Konflik dengan Rusia

Hubungan Ukraina dan Rusia setelah 1991 mengalami berbagai fase kerja sama sekaligus ketegangan.

Kedua negara memiliki hubungan ekonomi, sejarah, dan sosial yang erat sebagai bekas republik Soviet. Namun, perbedaan kepentingan politik serta orientasi kebijakan luar negeri menjadi sumber perselisihan.

Ketegangan meningkat secara signifikan pada 2014, setelah perubahan pemerintahan di Kyiv menyusul demonstrasi Euromaidan.

Rusia kemudian mengambil alih Crimea dan mengumumkan aneksasi wilayah tersebut. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan integritas wilayah Ukraina dan menyerukan agar perubahan status Crimea tidak diakui.

press.un Sejarah Kemerdekaan Negara

Meetings Coverage and Press Releases

Konflik bersenjata juga berkembang di wilayah Donbas, Ukraina timur.

Pada 24 Februari 2022, Rusia melancarkan invasi militer skala penuh terhadap Ukraina. Rusia menyebut tindakannya sebagai operasi militer khusus dan menyampaikan berbagai alasan keamanan, sedangkan Ukraina menyatakannya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.

Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi pada 2 Maret 2022 yang menuntut Rusia menghentikan penggunaan kekuatan militer dan menarik pasukannya dari wilayah Ukraina.

press.un Sejarah Kemerdekaan Negara

Meetings Coverage and Press Releases

Peristiwa-peristiwa tersebut membuat persoalan kedaulatan dan perbatasan kembali menjadi pusat perhatian dalam sejarah Ukraina modern.

Mengapa Ukraina Merayakan Hari Kemerdekaan pada 24 Agustus?

Ukraina memperingati Hari Kemerdekaan setiap 24 Agustus karena pada tanggal itulah parlemen mengesahkan Akta Deklarasi Kemerdekaan pada 1991.

Meskipun referendum yang mengukuhkan keputusan tersebut berlangsung pada 1 Desember, tanggal 24 Agustus dipilih sebagai hari nasional.

Penetapan perayaan tersebut juga mempunyai dasar hukum. Pada Februari 1992, parlemen Ukraina mengesahkan keputusan mengenai Hari Kemerdekaan yang diperingati setiap 24 Agustus.

nbuv.gov Sejarah Kemerdekaan Negara

nbuv.gov.ua

Tanggal tersebut menjadi pengingat terhadap keputusan politik yang mengubah status Ukraina dari republik Soviet menjadi negara merdeka.

Arti Kemerdekaan bagi Identitas Nasional Ukraina

Sejarah kemerdekaan Ukraina memperlihatkan bahwa identitas nasional terbentuk melalui proses panjang.

Bahasa, kebudayaan, pengalaman sejarah, dan gerakan politik memberikan kontribusi terhadap perkembangan identitas tersebut.

Namun, masyarakat Ukraina juga memiliki latar etnis, bahasa, dan pengalaman regional yang beragam.

Referendum 1991 menjadi peristiwa penting karena dukungan terhadap kemerdekaan tidak hanya berasal dari satu wilayah atau kelompok masyarakat.

Hasil pemungutan suara memperlihatkan bahwa keputusan membentuk negara merdeka memperoleh legitimasi melalui partisipasi warga dari berbagai kawasan.

Dari Kyiv Kuno hingga Kemerdekaan 1991: Sejarah yang Terus Membentuk Ukraina

Perjalanan Ukraina menuju kemerdekaan tidak berlangsung dalam satu malam. Negara ini melewati berbagai perubahan kekuasaan, perang, gerakan kebudayaan, serta perjuangan politik sebelum akhirnya mendeklarasikan kemerdekaan pada 24 Agustus 1991.

Kyivan Rus meninggalkan warisan sejarah yang penting, kaum Cossack membentuk tradisi pemerintahan dan militer, sedangkan gerakan nasional pada abad ke-19 serta awal abad ke-20 memperkuat gagasan tentang identitas dan kenegaraan Ukraina.

Pengalaman berada di bawah pemerintahan Soviet kemudian menjadi bagian penting dari sejarah modern negara tersebut.

Ketika Uni Soviet mengalami krisis pada 1991, Ukraina mempunyai kesempatan untuk menentukan masa depannya sendiri. Deklarasi kemerdekaan pada Agustus dan referendum pada Desember menjadi dua peristiwa yang saling melengkapi.

Lebih dari 90 persen peserta referendum memilih mendukung kemerdekaan. Keputusan itu menjadi salah satu dasar terpenting bagi pembentukan negara Ukraina modern.

Hingga kini, sejarah tersebut tetap relevan untuk memahami hubungan Ukraina dengan negara-negara tetangganya, perkembangan identitas nasional, serta persoalan kedaulatan yang kembali mengemuka dalam konflik sejak 2014.

Tanggal 24 Agustus bukan hanya penanda runtuhnya hubungan politik dengan Uni Soviet, tetapi juga titik awal perjalanan Ukraina sebagai negara berdaulat dalam tatanan internasional modern.

Referensi

Encyclopaedia Britannica. Ukraine: History and Independence. https://www.britannica.com/place/Ukraine

Verkhovna Rada of Ukraine. On Declaration of Independence of Ukraine, 24 August 1991. https://zakon.rada.gov.ua/laws/show/1427-12?lang=en

Verkhovna Rada of Ukraine. Declaration of State Sovereignty of Ukraine, 16 July 1990. https://zakon.rada.gov.ua/laws/show/en/55-12

Ukrainian Institute of National Memory. Referendum and Presidential Election of 1 December 1991. https://uinp.gov.ua/istorychnyy-kalendar/gruden/1/1991-vseukrayinskyy-referendum-ta-vybory-prezydenta-ukrayiny

Encyclopedia of Ukraine. Ukraine’s Declaration of Independence, 1991. https://www.encyclopediaofukraine.com/display.asp?linkpath=pages%5CU%5CK%5CUkrainehDAsDeclarationofIndependence1991.htm

Encyclopedia of Ukraine. Belavezha Agreement. https://www.encyclopediaofukraine.com/display.asp?linkpath=pages%5CB%5CE%5CBelavezhaAgreement.htm

United Nations Treaty Collection. Budapest Memorandum on Security Assurances, 1994. https://treaties.un.org/Pages/showDetails.aspx?objid=0800000280401fbb

United Nations. Territorial Integrity of Ukraine, 2014. https://press.un.org/en/2014/ga11493.doc.htm

United Nations. General Assembly Resolution on the Invasion of Ukraine, 2022. https://press.un.org/en/2022/ga12407.doc.htm


Posted

in

by

Tags: