image 17 Sejarah Kemerdekaan Negara

Afghanistan Ternyata Merdeka dari Inggris usai 3 Kali Perang: Ini Sejarah Lengkapnya


Ringkasan: Afghanistan tidak pernah resmi dijajah Inggris, tapi kendali penuh atas urusan luar negerinya baru lepas dari genggaman Inggris pada 1919, lewat Traktat Rawalpindi. Butuh tiga kali perang besar — 1839–1842, 1878–1880, dan 1919 — sebelum status merdeka penuh itu diakui.

Apa Itu Perang Anglo-Afghan dan Kaitannya dengan Kemerdekaan Afghanistan?

Afghanistan Ternyata Merdeka dari Inggris usai 3 Kali Perang: Ini Sejarah Lengkapnya

Perang Anglo-Afghan adalah tiga rangkaian konflik bersenjata antara Kerajaan Inggris dan Afghanistan yang terjadi pada 1839–1842, 1878–1880, dan 1919. Perang ketiga pada 1919 berakhir dengan Traktat Rawalpindi, yang untuk pertama kalinya memberi Afghanistan kendali penuh atas kebijakan luar negerinya sendiri — momen inilah yang dianggap sebagai kemerdekaan penuh Afghanistan dari pengaruh Inggris.

Konteks: Afghanistan di Tengah “The Great Game”

Afghanistan Ternyata Merdeka dari Inggris usai 3 Kali Perang: Ini Sejarah Lengkapnya

Afghanistan tidak pernah menjadi koloni Inggris secara formal. Posisinya justru dijadikan negara penyangga (buffer state) dalam perebutan pengaruh antara Kerajaan Inggris dan Kekaisaran Rusia di Asia Tengah sepanjang abad ke-19, yang dikenal dengan sebutan “The Great Game”. Inggris, yang berbasis di India, khawatir Rusia akan memakai Afghanistan sebagai jalur untuk mengancam India — koloni paling berharga milik Inggris saat itu.

Kekhawatiran inilah yang mendorong Inggris melancarkan intervensi militer ke Afghanistan sebanyak tiga kali dalam rentang delapan dekade. Rusia dan Inggris akhirnya menyepakati Konvensi Anglo-Rusia pada 1907 yang membagi wilayah pengaruh masing-masing di Iran dan Afghanistan, mengakhiri fase paling panas dari rivalitas ini — meski status kemerdekaan penuh Afghanistan sendiri baru tuntas 12 tahun setelahnya.

Perang Anglo-Afghan Pertama (1839–1842): Awal yang Berdarah bagi Inggris

Afghanistan Ternyata Merdeka dari Inggris usai 3 Kali Perang: Ini Sejarah Lengkapnya

Perang pertama dimulai ketika Gubernur Jenderal East India Company, Lord Auckland, mengirim pasukan untuk menggulingkan Emir Dost Mohammad Khan dan menggantinya dengan penguasa boneka pro-Inggris, Shah Shuja. Alasannya klasik: mencegah Afghanistan jatuh ke pengaruh Rusia.

Pasukan Inggris awalnya berhasil menduduki Kabul, tapi perlawanan rakyat Afghanistan yang keras memaksa mereka mundur pada 1842. Penarikan mundur pasukan Inggris dari Kabul menjadi salah satu bencana militer terbesar dalam sejarah kolonial Inggris — dari sekitar 16.000 tentara dan pengikut yang mundur, hanya satu orang yang dilaporkan selamat sampai Jalalabad. Inggris sempat kembali menduduki Kabul untuk membalas dendam pada tahun yang sama, namun akhirnya menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan.

Perang Anglo-Afghan Kedua (1878–1880): Kompromi Setengah Merdeka

Afghanistan Ternyata Merdeka dari Inggris usai 3 Kali Perang: Ini Sejarah Lengkapnya

Ketegangan kembali memuncak pada 1878 setelah delegasi Rusia diterima di Kabul tanpa undangan resmi, sementara delegasi Inggris ditolak. Inggris pun melancarkan invasi kedua. Emir Sher Ali Khan melarikan diri dan meninggal tak lama setelahnya, sementara Inggris menempatkan penasihat militer di Kabul.

Perang ini berujung pada Traktat Gandamak (Mei 1879), yang mengakui Afghanistan sebagai negara merdeka secara internal, tetapi mewajibkan Afghanistan menjalankan kebijakan luar negerinya melalui perwakilan Inggris di India, ditukar dengan subsidi tahunan dan jaminan keamanan dari Inggris. Kompromi ini nyaris runtuh setelah residen Inggris di Kabul, Sir Louis Cavagnari, dibunuh pada September 1879, memicu babak baru pertempuran. Inggris akhirnya mengangkat Abdur Rahman Khan sebagai emir baru pada Juli 1880, yang menerima pengaturan bahwa Inggris memegang kendali hubungan luar negeri Afghanistan — status ini bertahan hampir 40 tahun.

Perang Anglo-Afghan Ketiga (1919): Perang Singkat yang Mengubah Segalanya

Afghanistan Ternyata Merdeka dari Inggris usai 3 Kali Perang: Ini Sejarah Lengkapnya

Momentum berubah setelah Perang Dunia I. Inggris keluar dari perang itu dalam kondisi kelelahan secara finansial dan militer, sementara Kekaisaran Rusia runtuh akibat Revolusi Bolshevik. Di dalam negeri Afghanistan sendiri, sentimen nasionalisme menguat, menuntut kedaulatan penuh atas kebijakan luar negeri.

Emir Habibullah Khan dibunuh pada Februari 1919. Putranya, Amanullah Khan, naik takhta dan langsung mendeklarasikan kemerdekaan penuh Afghanistan dari pengaruh Inggris. Pada 3–6 Mei 1919, pasukan Afghanistan menyeberang ke wilayah Provinsi Perbatasan Barat Laut milik India-Inggris, memicu Perang Anglo-Afghan Ketiga.

Berbeda dari dua perang sebelumnya, perang ini berlangsung sangat singkat — hanya sekitar satu bulan. Pasukan Afghanistan sempat meraih kemenangan awal, termasuk menduduki wilayah Bagh, sebelum Inggris membalas dengan kekuatan udara, mengebom Kabul dan Jalalabad. Namun Inggris, yang masih kelelahan pasca Perang Dunia I dan menghadapi gejolak nasionalisme di India sendiri, tidak berminat memperpanjang konflik. Gencatan senjata dicapai pada Agustus 1919.

Data Ringkasan Tiga Perang Anglo-Afghan

Afghanistan Ternyata Merdeka dari Inggris usai 3 Kali Perang: Ini Sejarah Lengkapnya
PerangPeriodeHasil UtamaSumber
Anglo-Afghan I1839–1842Inggris mundur setelah bencana militer di KabulWorld History Encyclopedia
Anglo-Afghan II1878–1880Traktat Gandamak — Inggris kuasai kebijakan luar negeri AfghanistanEncyclopedia.com
Anglo-Afghan III1919 (Mei–Agustus)Traktat Rawalpindi — Afghanistan merdeka penuhBritannica, Wikipedia

Traktat Rawalpindi: Momen Resmi Kemerdekaan Afghanistan

Afghanistan Ternyata Merdeka dari Inggris usai 3 Kali Perang: Ini Sejarah Lengkapnya

Perundingan damai berlangsung di Rawalpindi dan menghasilkan Traktat Rawalpindi yang ditandatangani pada 8 Agustus 1919. Isi utamanya: Afghanistan mendapatkan kembali kendali penuh atas kebijakan luar negerinya sendiri — hak yang sejak 1879 dipegang Inggris. Di sisi lain, Inggris tetap mendapat semacam kemenangan strategis karena Garis Durand — batas wilayah antara Afghanistan dan India-Inggris (kini Pakistan) — kembali ditegaskan sebagai perbatasan resmi.

Perundingan lanjutan berlangsung di Mussoorie (1920) dan Kabul (1921), hingga akhirnya traktat persahabatan Anglo-Afghan ditandatangani pada 22 November 1921, yang menegaskan kembali kemerdekaan penuh Afghanistan. Tanggal 19 Agustus kemudian diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Afghanistan, mengacu pada penyelesaian resmi konflik 1919.

Yang menarik, setelah gencatan senjata 1919, Amanullah Khan juga menjalin hubungan persahabatan dengan pemerintahan Bolshevik yang baru berdiri di Uni Soviet — langkah diplomatik yang menegaskan bahwa Afghanistan kini bebas menentukan mitra luar negerinya sendiri, tanpa harus melalui persetujuan Inggris.

Mengapa Afghanistan Tidak Pernah Benar-Benar Dijajah Inggris?

Meski melalui tiga kali perang, Afghanistan tidak pernah berstatus koloni formal Inggris seperti India. Ada beberapa faktor yang menjelaskan hal ini:

  1. Fungsi sebagai negara penyangga: Inggris lebih membutuhkan Afghanistan sebagai zona penahan pengaruh Rusia ketimbang sebagai wilayah jajahan langsung.
  2. Medan dan perlawanan lokal yang berat: Topografi pegunungan Afghanistan dan perlawanan suku-suku lokal membuat biaya pendudukan penuh sangat tinggi, seperti terbukti dari bencana penarikan mundur 1842.
  3. Prioritas Inggris yang berubah: Setelah Perang Dunia I, Inggris tak lagi punya sumber daya maupun kepentingan strategis yang cukup besar untuk mempertahankan kendali penuh atas Afghanistan.

Baca Juga Pertempuran 10 November 1945: Sejarah Perlawanan Rakyat SurabayaBaca Juga

FAQ — Kemerdekaan Afghanistan dari Inggris

Kapan Afghanistan benar-benar merdeka dari Inggris?

Afghanistan mendapat kendali penuh atas kebijakan luar negerinya pada 8 Agustus 1919, lewat Traktat Rawalpindi yang mengakhiri Perang Anglo-Afghan Ketiga.

Apakah Afghanistan pernah menjadi koloni Inggris?

Tidak. Afghanistan tidak pernah berstatus koloni formal Inggris. Sejak 1879 hingga 1919, Inggris hanya mengendalikan kebijakan luar negeri Afghanistan, sementara urusan dalam negeri tetap dipegang penguasa Afghanistan sendiri.

Berapa kali perang antara Inggris dan Afghanistan terjadi?

Ada tiga Perang Anglo-Afghan: 1839–1842, 1878–1880, dan 1919. Perang ketiga yang paling singkat justru menjadi penentu kemerdekaan penuh Afghanistan.

Siapa pemimpin Afghanistan saat meraih kemerdekaan penuh pada 1919?

Emir Amanullah Khan, yang naik takhta setelah ayahnya, Habibullah Khan, dibunuh pada Februari 1919. Amanullah yang mendeklarasikan kemerdekaan penuh dan memimpin Afghanistan selama Perang Anglo-Afghan Ketiga.


Artikel ini disusun berdasarkan sumber sejarah tersier dan sekunder yang dapat diverifikasi publik, termasuk Encyclopaedia Britannica, Wikipedia, World History Encyclopedia, dan Encyclopedia.com.


Posted

in

by

Tags: