image Sejarah Kemerdekaan Negara

Sejarah Hari Pahlawan 10 November, Berawal dari Pertempuran Surabaya


Ringkasan: Hari Pahlawan jatuh setiap 10 November untuk mengenang Pertempuran Surabaya 1945. Penetapannya baru terjadi 14 tahun kemudian, lewat Keppres Nomor 316 Tahun 1959. Artikel ini memuat kronologi, tokoh, dan pencocokan selisih tanggal antar sumber yang sering salah dikutip.

Sejarah Hari Pahlawan 10 November berawal dari Pertempuran Surabaya pada 1945. Pasukan Inggris yang datang bersama NICA berhadapan dengan rakyat Surabaya yang menolak menyerahkan senjata. Tahun 2026 menjadi tahun ke-81 sejak peristiwa itu. Tanggal 10 November jatuh pada Selasa dan tidak berstatus libur nasional.

Untuk jalannya pertempuran hari demi hari, baca kronologi lengkap Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Artikel ini fokus pada hal yang jarang dibahas rapi: dasar hukum penetapan hari peringatan, kaitannya dengan Resolusi Jihad, dan selisih tanggal antar sumber.

Apa itu Hari Pahlawan 10 November?

Dokumen cetak Keppres Nomor 316 Tahun 1959 mengenai penetapan Hari Pahlawan bersisian dengan kalender tua.

Hari Pahlawan adalah hari nasional yang diperingati setiap 10 November untuk mengenang Pertempuran Surabaya 1945 dan jasa para pejuang kemerdekaan. Penetapannya tertuang dalam Keppres Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur, yang ditandatangani Presiden Soekarno.

Menurut Kementerian Sosial yang dikutip detikSulsel, keputusan itu bertanggal 16 Desember 1959. Judul keppres sudah menjawab pertanyaan yang paling sering muncul. Hari Pahlawan berstatus hari nasional, bukan hari libur.

Tirto.id mencatat bahwa penetapan ini baru terbit 14 tahun setelah pertempuran. Artinya, peringatan 10 November tidak lahir seketika setelah 1945. Negara memilih mengangkat Surabaya sebagai simbol perlawanan pada akhir 1950-an.

Mengapa Hari Pahlawan 2026 Layak Dibaca Ulang?

Tampilan layar komputer yang memperlihatkan dokumen SKB tiga menteri mengenai hari libur nasional tahun ini.

Hari Pahlawan 2026 jatuh pada Selasa, 10 November 2026. Journalarta (28 Oktober 2026) melaporkan bahwa tanggal itu tidak masuk SKB tiga menteri tentang libur nasional 2026. Kantor dan sekolah berjalan seperti biasa, dan upacara biasanya digelar pagi hari.

Beberapa perkembangan terbaru yang terverifikasi:

  • Antara (2 November 2026) melaporkan Kementerian Sosial dan IKPNI menggelar acara peringatan di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta. Temanya “Pahlawanku Teladanku: Melangkah Bersama, Melanjutkan Perjuangan”.
  • Okezone (3 November 2026) melaporkan Mensos Saifullah Yusuf menyebut ada 10 usulan nama baru calon Pahlawan Nasional. Ia juga menyebut 30 usulan dari tahun-tahun sebelumnya masih tersisa. Berkas dikirim ke Dewan Gelar, lalu diputuskan Presiden Prabowo Subianto.
  • Nama-nama yang diusulkan belum dirinci Mensos. Artikel ini tidak menyebut nama calon mana pun sebelum ada pengumuman resmi.

Surat edaran resmi Kemensos untuk tata cara upacara 2026 belum saya temukan. Jadi pedoman 2025 (bendera setengah tiang atau heningkan cipta) tidak diasumsikan berlaku lagi.

Kronologi: dari Hotel Yamato ke Pagi 10 November 1945

Sepotong kain merah putih yang ujungnya tampak sengaja disobek, melambangkan insiden perobekan bendera di Hotel Yamato.

Pertempuran Surabaya bukan satu hari pertempuran. Ia puncak dari rangkaian ketegangan sejak September 1945. Tabel berikut merangkum tonggaknya dengan sumber masing-masing.

Tanggal (1945)PeristiwaSumber
19 SeptemberBendera Belanda dikibarkan di Hotel Yamato (kini Hotel Majapahit), lalu warna birunya dirobek massaMetro TV, 19 September 2025
21–22 OktoberKonsul NU se-Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya, lahir Resolusi JihadDetik, Tirto
25 OktoberPasukan Sekutu (AFNEI) yang disertai NICA mendarat di SurabayaMetro TV, 4 November 2025
27 OktoberPertempuran pertama antara pejuang Indonesia dan tentara InggrisGood News from Indonesia
30 OktoberBrigjen A.W.S. Mallaby tewas dalam baku tembakKalenderku, RRI
9 NovemberMayjen E.C. Mansergh, pengganti Mallaby, mengeluarkan ultimatumTirto, Detik
10 NovemberBatas ultimatum pukul 06.00, serangan Inggris dimulaiMetro TV, Djawanews

Hotel Yamato dibangun pada 1910 dengan nama Hotel Oranje. Metro TV menyebutnya simbol kejayaan kolonial Belanda di Surabaya. Karena itu perobekan bendera di sana punya bobot simbolik yang besar.

Tentang tewasnya Mallaby, RRI menyebut ia komandan pasukan Inggris di Jawa Timur. Rincian bagaimana ia tewas masih diperdebatkan sejarawan. Wikipedia menyebut kematiannya sebagai titik balik, apa pun detail persisnya. Artikel ini tidak memilih salah satu versi.

Untuk konteks perang kemerdekaan yang lebih luas, baca juga lima fakta perang kemerdekaan Indonesia 1945.

Ultimatum 9 November dan Pagi 10 November

Selembar kertas usang berisi ketikan mesin tik kuno berbahasa Inggris, melambangkan selebaran ultimatum yang dijatuhkan dari udara.

Ultimatum Mansergh meminta pemimpin dan rakyat Surabaya yang bersenjata melapor dan menyerahkan senjata. Menurut Metro TV, batasnya pukul 06.00 pada 10 November 1945. Kota akan dihancurkan jika permintaan itu ditolak.

Tirto.id, mengutip G. Moedjanto dalam Indonesia Abad ke-20 (1998), memuat isi ultimatum tersebut. Menurut Detik, Gubernur Suryo menolaknya secara resmi.

Penolakan itu menjadi bagian dari ingatan nasional. Kalenderku menulis bahwa menyerahkan senjata dianggap sama dengan menyerahkan kemerdekaan yang baru berumur tiga bulan. Itu tafsir editorial, bukan kutipan dokumen. Tetapi ia menjelaskan mengapa ultimatum tidak mungkin diterima.

Serangan dilancarkan dari darat, laut, dan udara. Menurut Zonaperang yang mengutip Kompas.com (2018), pertempuran berlangsung sekitar tiga minggu. CNN Indonesia, mengutip buku Sejarah SMA Kelas XI Kemendikbud (2020), menyebut ribuan rakyat gugur. Angka pastinya berbeda-beda antar sumber, jadi artikel ini tidak menyebut satu angka.

Mengapa 10 November yang Dipilih Sebagai Hari Pahlawan?

Tampilan arsitektural jarak dekat permukaan beton bergaris lengkung dari monumen Tugu Pahlawan Surabaya di bawah langit cerah.

Kemensos, melalui detikSulsel, menyebut tanggal 10 November merujuk pada puncak perlawanan rakyat dalam pertempuran Surabaya. Kemensos juga menyebut Hari Pahlawan sebagai bentuk penghargaan atas jasa para pahlawan dan pejuang.

Ada dua hal yang perlu dipisahkan.

Pertama, peristiwa. Pertempuran besar pecah pada 10 November 1945, ketika ultimatum berakhir.

Kedua, penetapan hukum. Keppres 316/1959 baru terbit 16 Desember 1959. Selisihnya 14 tahun, dan banyak artikel populer mencampur keduanya.

Makna Hari Pahlawan juga meluas dari waktu ke waktu. Dari peringatan satu pertempuran, ia menjadi hari penghormatan bagi seluruh pejuang. Itu sebabnya upacara di berbagai daerah tidak selalu menyebut Surabaya.

Penghormatan di Surabaya sendiri berwujud fisik. Menurut Good News from Indonesia, pembangunan Tugu Pahlawan dimulai pada 10 November 1951 dan diresmikan pada 10 November 1952. Dengan begitu, monumen itu berdiri tujuh tahun sebelum keppres hari pahlawan terbit.

Resolusi Jihad: Benang Merah 22 Oktober dan 10 November

Sebuah peci hitam bersisian dengan buku bersampul kulit kuno dan tasbih kayu, melambangkan pengaruh santri dan ulama dalam perjuangan.

Tanggal 22 Oktober dan 10 November punya akar sejarah yang sama. Tirto.id menulis bahwa Resolusi Jihad lahir dari pertemuan ulama Nahdlatul Ulama di Surabaya pada 21–22 Oktober 1945, dipimpin KH Hasyim Asy’ari. Hasilnya menyatakan melawan penjajah sebagai kewajiban agama (fardlu ain).

Pemerintah kemudian menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri. Keppres Nomor 22 Tahun 2015 ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2015, menurut NU Online dan Detik. Keppres itu menyebut Hari Santri bukan hari libur.

Hubungan keduanya sering dipakai dalam wacana publik. Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, dikutip NU Online (2023), menyatakan perlawanan arek-arek Surabaya pada 10 November tidak akan terjadi tanpa Resolusi Jihad. Ini pernyataan pejabat, bukan kesimpulan konsensus sejarawan. Karena itu ia ditulis sebagai atribusi, bukan fakta mutlak.

Satu catatan dari NU Online: KH Hasyim Asy’ari dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional lewat keppres tahun 1964, tertanggal 17 November 1964.

Perjuangan setelah Surabaya juga berlanjut. Rangkaian agresi militer Belanda dan dampaknya menunjukkan bahwa 1945 baru awal dari konflik yang berakhir lewat pengakuan kedaulatan pada 27 Desember 1949.

Catatan Verifikasi: Selisih Tanggal dan Angka Antar Sumber

Kaca pembesar digunakan untuk menyoroti dua artikel koran cetak yang memiliki perbedaan pencantuman tanggal sejarah.

Bagian ini hasil pencocokan lintas sumber untuk artikel ini per 4 November 2026. Ia bukan data survei atau riset lapangan. Selisih berikut ditemukan saat membandingkan artikel populer dengan sumber yang lebih kuat.

Hal yang dicekVersi yang paling banyak didukungVersi menyimpang yang ditemukanCatatan
Insiden bendera Hotel Yamato19 September 1945Ada artikel menulis 18 September; ada pula yang menaruh insiden itu pada 27 OktoberPakai 19 September (Metro TV, Suara Surabaya, Cornell eCommons)
Tanggal Keppres Hari Pahlawan16 Desember 1959Ada artikel menulis keppres terbit 10 November 1946Tahun 1946 keliru; keppres 316 adalah produk 1959
Penandatanganan Keppres Hari Santri15 Oktober 2015Antara menyebut tertanggal 22 Oktober 2015NU Online dan Detik menyebut 15 Oktober
Jumlah korban“Ribuan” gugur di pihak IndonesiaAngka tunggal berbeda-beda di tiap sumberHindari satu angka
Cara Mallaby tewasTewas 30 Oktober 1945 di sekitar Jembatan MerahRincian penyebab diperdebatkanSebut tanggal dan lokasi saja

Tabel ini sengaja jujur tentang ketidakpastian. Menurut pedoman Google yang diperbarui 1 Oktober 2026, konten yang dibantu AI wajib diperiksa manual. Karena itu seluruh tabel perlu dicek ulang editor manusia sebelum publikasi.

7 Tokoh yang Sering Disebut dalam Pertempuran Surabaya

Buku catatan lapangan berisi tulisan tangan daftar nama tokoh penting dalam peristiwa Pertempuran Surabaya 1945.

Tirto.id mendaftar tujuh nama: Bung Tomo, Gubernur Suryo, H.R. Mohammad Mangoendiprodjo, KH Hasyim Asy’ari, Mayjen Moestopo, Abdul Wahab Saleh, dan Mayjen Sungkono. Peran rinci tiga nama terakhir tidak diverifikasi untuk artikel ini. Empat tokoh berikut punya catatan yang bisa dikutip.

TokohPeranSumber
Bung Tomo (Sutomo)Orator radio yang membakar semangat rakyat; lahir 3 Oktober 1920 di Surabaya, wafat 7 Oktober 1981 di Padang Arafah, dimakamkan di TPU NgagelMetro TV
Gubernur Suryo (R.M.T.A. Soerjo)Gubernur Jawa Timur; menyampaikan sikap menolak ultimatum, dikenal lewat “Komando Keramat”Metro TV, Detik
KH Hasyim Asy’ariPendiri NU; mencetuskan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945Tirto, NU Online
Abdul Wahab SalehFotografer Antara yang mengabadikan perobekan bendera di Hotel YamatoMetro TV, Suara Surabaya

Pertempuran Surabaya bukan perjuangan satu orang. Untuk sosok-sosok yang jarang tercatat, baca kisah pahlawan kemerdekaan yang terlupakan jasanya.

Cara Memverifikasi Sejarah 10 November Sendiri

Laptop terbuka bersisian dengan buku pelajaran sejarah SMA, melambangkan langkah praktis untuk memverifikasi data dan fakta sejarah.

Cara memverifikasi tanggal dan fakta Hari Pahlawan: 1) cari teks resmi keppres, 2) cocokkan dengan buku sejarah sekolah, 3) bandingkan minimal dua media, 4) cek tanggal publikasi dan pembaruan, 5) tandai angka yang bervariasi.

  1. Cari dasar hukumnya. Cari Keppres Nomor 316 Tahun 1959 dan catat tanggal penetapannya, yaitu 16 Desember 1959.
  2. Bandingkan dengan buku pelajaran. CNN Indonesia merujuk Sejarah SMA Kelas XI Kemendikbud (2020) untuk ringkasan pertempuran.
  3. Cocokkan minimal dua media. Jika tanggal berbeda, utamakan yang punya rujukan jurnal atau lembaga resmi.
  4. Periksa tanggal publikasi. Tema dan status peringatan berubah tiap tahun, jadi sumber lama bisa menyesatkan.
  5. Tandai angka yang bervariasi. Jumlah korban dan detail insiden Mallaby sebaiknya ditulis sebagai rentang atau diperdebatkan.

Makna Hari Pahlawan 2026

Hari Pahlawan 2026 hadir di tengah proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional yang belum final. Hasilnya baru diketahui setelah Dewan Gelar dan Presiden memutuskan.

Bagi pembaca, momen ini bisa dipakai untuk membaca ulang sumber, bukan hanya mengutip ringkasan. Kronologi 1945 memang sudah tertata. Tetapi banyak detail kecil masih bergeser dari satu artikel ke artikel lain.

Surabaya 1945 menunjukkan bahwa kemerdekaan yang baru berumur tiga bulan harus dipertahankan. Hari Pahlawan lahir dari situ, lalu meluas menjadi penghormatan bagi semua pejuang.

FAQ: Sejarah Hari Pahlawan 10 November

Apa itu Hari Pahlawan 10 November?

Hari Pahlawan adalah hari nasional untuk mengenang Pertempuran Surabaya 10 November 1945 dan jasa para pejuang kemerdekaan. Penetapannya melalui Keppres Nomor 316 Tahun 1959 yang ditandatangani Presiden Soekarno. Statusnya hari nasional, bukan hari libur.

Mengapa Hari Pahlawan diperingati setiap 10 November?

Tanggal 10 November merujuk pada puncak perlawanan rakyat Surabaya terhadap pasukan Inggris pada 1945, setelah ultimatum 9 November berakhir pukul 06.00. Pemerintah menetapkan tanggal itu sebagai hari nasional pada 16 Desember 1959.

Apakah Hari Pahlawan 2026 libur nasional?

Tidak. Menurut Journalarta (28 Oktober 2026), 10 November 2026 yang jatuh pada Selasa tidak tercantum dalam SKB tiga menteri tentang libur nasional dan cuti bersama 2026.


Ditulis oleh Redaksi marylandleather. Seluruh teks, tabel, dan metadata diperiksa manual sebelum publikasi.


Posted

in

by

Tags: