image 10 Sejarah Kemerdekaan Negara

Jelang Sumpah Pemuda ke-98, Ini Sejarah Kongres Pemuda II 1928


Ringkasan: Kongres Pemuda II digelar pada 27–28 Oktober 1928 di Batavia (kini Jakarta) atas inisiatif Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). Kongres berlangsung dalam tiga rapat di tiga gedung berbeda. Hasilnya adalah ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Pada 28 Oktober 2026, ikrar itu genap berusia 98 tahun.

Setiap menjelang 28 Oktober, banyak orang kembali bertanya hal yang sama. Di mana kongres itu digelar? Siapa yang memimpin? Kapan istilah “Sumpah Pemuda” mulai dipakai?

Panduan ini menjawabnya satu per satu. Semua tanggal, nama, dan lokasi dirujuk ke sumber yang bisa Anda cek sendiri. Tiap bagian bisa dibaca terpisah.

Apa Itu Kongres Pemuda II 1928?

Fasad depan bangunan bersejarah Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta, lokasi asli pembacaan ikrar pada tahun 1928.

Kongres Pemuda II adalah pertemuan organisasi pemuda dan pelajar Indonesia pada 27–28 Oktober 1928 di Batavia. Kongres ini digagas PPPI dan menghasilkan keputusan yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Hasil kongres menegaskan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia.

Menurut Bisnis.com, kongres ini berlangsung dua hari dalam tiga kali rapat. Masing-masing rapat memakai gedung yang berbeda.

Satu hal sering terlewat. Istilah “Sumpah Pemuda” tidak tertulis dalam putusan kongres. Nama itu diberikan belakangan, seperti dijelaskan dokumen peringatan Universitas Pakuan.

Mengapa Sejarah Kongres Pemuda II Masih Penting Jelang Sumpah Pemuda ke-98?

Mahasiswa universitas sedang membaca buku tebal tentang sejarah pergerakan nasional di perpustakaan.

Alasan pertama adalah hitungan sederhana. Dari 1928 ke 2026 ada 98 tahun. Dari 1928 ke Proklamasi 1945 ada 17 tahun. Artinya, ikrar pemuda mendahului kemerdekaan hampir dua dekade.

Alasan kedua adalah status hukumnya. Pemerintah menetapkan 28 Oktober sebagai hari nasional lewat Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959. Tanggal penetapannya 16 Desember 1959, menurut dokumen Universitas Pakuan.

Alasan ketiga adalah peringatan yang terus berjalan. Tahun 2025 menandai peringatan ke-97 dengan tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Tema itu dirilis Kementerian Pemuda dan Olahraga lewat Surat Edaran Nomor 10.21.33 Tahun 2025, menurut Bisnis.com.

Tahun sebelumnya, 2024, temanya “Maju Bersama Indonesia Raya”, menurut Bloomberg Technoz. Tema peringatan ke-98 belum kami temukan di sumber resmi saat artikel ini diperbarui. Cek laman Kemenpora untuk edaran terbarunya.

Latar Belakang: Dari Kongres Pemuda I ke Kongres Pemuda II

Ruang rapat klasik dengan deretan kursi kayu kosong dan meja panjang, merepresentasikan suasana diskusi historis pra-kemerdekaan.

Kongres Pemuda II tidak muncul tiba-tiba. Ia lahir dari kongres pertama yang belum memuaskan.

Menurut Bisnis.com, Kongres Pemuda I tidak membuahkan hasil. Ketuanya, Muhammad Tabrani, berbeda pendapat dengan Mohammad Yamin soal penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan.

Perbedaan itu penting. Perdebatan bahasa pada 1926 ternyata menjadi bahan yang matang untuk 1928. Pada kongres kedua, bahasa persatuan masuk sebagai butir ketiga ikrar.

Setelah kongres pertama, para pemuda terus berdiskusi. Menurut Kompas TV, pertemuan pada 12 Agustus 1928 membentuk panitia. Pertemuan itu juga menentukan waktu, tempat, dan tujuan kongres.

Susunan panitia inti menurut Bisnis.com adalah Soegondo Djojopoespito dari PPPI sebagai ketua. Muhammad Yamin dari Jong Sumatranen Bond menjadi sekretaris.

Peserta datang dari berbagai organisasi pemuda kedaerahan. Dokumen peringatan UGM menyebut Jong Java dan Jong Celebes di antaranya.

Kronologi Tiga Rapat Kongres Pemuda II

Peta vintage Batavia (Jakarta) tahun 1920-an dengan penanda lingkaran tinta merah pada lokasi-lokasi rapat Kongres Pemuda II.

Kongres Pemuda II dibagi menjadi tiga rapat. Rapat pertama digelar Sabtu, 27 Oktober 1928. Rapat kedua dan ketiga digelar Minggu, 28 Oktober 1928.

RapatTanggalGedungAgenda utamaSumber
PertamaSabtu, 27 Oktober 1928Katholieke Jongelingen Bond (KJB), Lapangan BantengSambutan ketua dan uraian Yamin tentang persatuanKompas TV
KeduaMinggu, 28 Oktober 1928Oost-Java BioscoopPendidikanBisnis.com
KetigaMinggu, 28 Oktober 1928Indonesische Clubgebouw, Jl. Kramat Raya 106Pergerakan nasional, kepanduan, lalu pembacaan ikrarUGM

Rapat pertama: persatuan sebagai pokok pembahasan

Soegondo membuka rapat dengan harapan agar kongres memperkuat semangat persatuan di hati pemuda. Setelah itu Yamin menguraikan arti persatuan bagi kebangsaan.

Menurut Ruangguru, Yamin memaparkan lima faktor penguat persatuan. Kelimanya adalah sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat kedua: pendidikan kebangsaan

Rapat di Oost-Java Bioscoop membahas pendidikan. Menurut Universitas Trilogi, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro berbicara tentang pentingnya pendidikan kebangsaan bagi anak-anak.

Rapat ketiga: ikrar dibacakan

Rapat penutup berlangsung di gedung di Jalan Kramat Raya 106. Gedung itu kini dikenal sebagai Museum Sumpah Pemuda.

Sumber berbeda dalam merinci agenda rapat ini. Kompas TV menyebut dua pembicara, yaitu Soenario dan Ramelan. Universitas Trilogi menyebut tema pergerakan nasional dan kepanduan. Ruangguru menulis nasionalisme dan demokrasi.

Perbedaan ini wajar untuk peristiwa yang dituturkan ulang selama hampir satu abad. Yang konsisten di semua sumber: ikrar dibacakan pada rapat ini.

Tokoh Penting Kongres Pemuda II dan Perannya

Mesin tik mekanik kuno dengan kertas yang memuat ketikan daftar nama-nama tokoh penting penyusun Kongres Pemuda II.

Berikut tokoh yang namanya konsisten muncul di sumber yang kami rujuk.

#TokohPeran di kongresSumber
1Soegondo DjojopoespitoKetua panitia dari PPPI; membaca ikrarBisnis.com
2Mohammad YaminSekretaris; menulis rumusan ikrarUniversitas Pakuan
3Amir SjarifuddinBendahara panitiaGNFI
4Wage Rudolf SupratmanMemainkan “Indonesia Raya” dengan biolaBloomberg Technoz
5SunarioBerpidato pada sesi terakhirUniversitas Pakuan
6Poernomowoelan dan Sarmidi MangoensarkoroPembicara tentang pendidikanUniversitas Trilogi
7Sie Kong LiongDisebut menawarkan rumahnya sebagai lokasi rapatRuangguru
8Muhammad TabraniKetua Kongres Pemuda I (1926)Bisnis.com

Perhatikan satu pola. Tokoh kongres ini datang dari latar yang berbeda: pelajar, penulis, musisi, sampai pemilik gedung. Persatuan 1928 dibangun lintas peran, bukan oleh satu kelompok.

Isi Ikrar: Bunyi Asli dan Maknanya

Tampilan jarak dekat (close-up) pahatan teks asli Sumpah Pemuda dengan ejaan van Ophuijsen pada prasasti marmer di museum.

Ikrar terdiri dari tiga butir. Menurut Universitas Pakuan, teks aslinya tertera pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda dengan ejaan van Ophuijsen. Bunyinya:

  1. Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
  2. Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
  3. Kami poetra dan poetri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Dalam ejaan sekarang, ketiganya berbunyi: bertumpah darah satu, tanah air Indonesia; berbangsa satu, bangsa Indonesia; menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Siapa yang menulis dan membacakannya?

Rumusan ditulis Yamin pada secarik kertas yang diserahkan kepada Soegondo. Menurut Universitas Pakuan, Yamin menulisnya ketika Sunario sedang berpidato di sesi terakhir.

Soegondo membacakan rumusan itu lebih dulu. Yamin kemudian menjelaskannya panjang lebar.

Mengapa butir bahasa terasa istimewa?

Butir ketiga berbeda dari dua butir lainnya. Tanah air dan bangsa adalah pengakuan. Bahasa adalah pilihan yang harus disepakati.

Perdebatan soal bahasa Melayu pada Kongres Pemuda I menunjukkan bahwa pilihan ini tidak mudah. Karena itu butir ketiga bukan sekadar kalimat penutup. Ia menandai selesainya perdebatan dua tahun sebelumnya.

Indonesia Raya dan Pengawasan di Ruang Kongres

Sebuah biola antik bersanding dengan busurnya tergeletak di atas kursi kayu kuno, merepresentasikan momen W.R. Supratman memainkan Indonesia Raya.

Kongres ditutup dengan lagu “Indonesia Raya” karya W.R. Supratman. Menurut Bloomberg Technoz, lagu itu diperdengarkan lewat biola.

Suasana kongres tidak bebas. Menurut Ruangguru, pelaksanaannya dijaga ketat oleh kepolisian Belanda.

Soal pelantunan lagu, sumber berbeda. Wikipedia menyebut lagu dimainkan dengan biola dan dinyanyikan oleh putri Haji Agus Salim, dengan sedikit perubahan agar tidak memancing otoritas Belanda. Sumber lain hanya menyebut instrumen biola.

Pegangan paling aman: Supratman memainkan biola, dan lagu itu menjadi penutup kongres.

Dari Ikrar 1928 ke Proklamasi 1945

Radio tabung berbahan kayu dari era 1940-an berdampingan dengan koran lawas yang memberitakan kemerdekaan Indonesia.

Ikrar 1928 bukan proklamasi kemerdekaan. Ia adalah penegasan identitas kebangsaan. Menurut Bisnis.com, Sumpah Pemuda adalah tonggak penting persatuan bangsa menuju kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Jarak waktunya 17 tahun. Dalam rentang itu, generasi yang tumbuh dengan gagasan “satu bangsa” ikut menentukan jalannya peristiwa.

Peran pemuda kembali menonjol pada hari-hari menjelang Proklamasi. Anda bisa menelusurinya lewat ulasan tentang peristiwa Rengasdengklok dan peran golongan muda. Ulasan itu menggambarkan bagaimana desakan pemuda memengaruhi waktu pembacaan proklamasi.

Dorongan itu juga tidak lepas dari kabar luar negeri. Kisah Sutan Sjahrir dan siaran radio BBC sebagai pemicu proklamasi menjelaskan bagaimana informasi menyerahnya Jepang mempercepat sikap para tokoh.

Bila Anda ingin membaca naskahnya langsung, tersedia pembahasan teks proklamasi kemerdekaan yang terdiri dari dua alinea. Pembahasan lebih luas tentang peristiwa 1945 ada di artikel sejarah proklamasi menjelang HUT ke-81 Indonesia.

Narasi sejarah juga mudah bercampur dengan anggapan keliru. Untuk meluruskannya, baca lima mitos seputar kemerdekaan RI.

Status 28 Oktober: Hari Nasional, Bukan Hari Libur

Kalender meja di sebuah kantor yang melingkari tanggal 28 Oktober, sementara aktivitas kerja tetap berlangsung normal di latar belakang.

Banyak orang mengira 28 Oktober adalah tanggal merah. Itu keliru. Menurut Metro TV, Keppres Nomor 316 Tahun 1959 menetapkan Hari Sumpah Pemuda sebagai hari nasional yang bukan hari libur.

Pasal 1 keputusan itu memuat enam hari bersejarah. Selain Sumpah Pemuda, ada Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei), Hari Pahlawan (10 November), dan Hari Ibu (22 Desember).

Meski bukan hari libur, tanggal ini tetap diperingati. Metro TV mencatat bahwa peringatannya selayaknya dilakukan lewat upacara di kantor, sekolah, atau tempat lain.

Pada 2026, 28 Oktober jatuh pada hari Rabu. Penetapan libur tahunan mengikuti Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri. Periksa SKB tahun berjalan untuk memastikan.

Cara Menelusuri Jejak Kongres Pemuda II

Peneliti memverifikasi data sejarah Kongres Pemuda dengan menyilangkan informasi dari buku cetak tebal dan layar laptop.

Cara menelusuri sejarah Kongres Pemuda II: 1) mulai dari tiga gedung kongres, 2) baca bunyi ikrar aslinya, 3) bedakan Kongres Pemuda I dan II, 4) cek dasar hukum hari peringatan, 5) hubungkan dengan peristiwa 1945.

  1. Mulai dari tiga lokasi: Catat gedung KJB di Lapangan Banteng, Oost-Java Bioscoop, dan gedung di Jalan Kramat Raya 106. Gedung terakhir kini menjadi Museum Sumpah Pemuda.
  2. Baca ikrar dalam ejaan aslinya: Bandingkan teks van Ophuijsen dengan ejaan sekarang. Selisih ejaan membantu Anda memahami konteks zamannya.
  3. Bedakan dua kongres: Kongres I (1926) gagal menyepakati bahasa persatuan. Kongres II (1928) menghasilkan ikrar.
  4. Periksa dasar hukumnya: Rujuk Keppres Nomor 316 Tahun 1959 untuk status hari nasional.
  5. Hubungkan ke 1945: Baca peran pemuda menjelang proklamasi untuk melihat kesinambungan sejarahnya.

Kekeliruan yang Sering Muncul

Tangan seseorang memegang pena merah, dengan tegas mencoret draf tulisan yang memuat fakta sejarah yang keliru.

Berikut kekeliruan yang paling sering kami temui, beserta koreksi dari sumber di atas.

AnggapanKoreksiSumber
Kongres digelar di satu gedungTiga rapat di tiga gedung berbedaBisnis.com
Istilah “Sumpah Pemuda” ada dalam putusan kongresIstilah itu diberikan belakanganUniversitas Pakuan
28 Oktober adalah libur nasionalHari nasional yang bukan hari liburMetro TV
Sumpah Pemuda adalah proklamasi kemerdekaanIa tonggak persatuan; proklamasi terjadi 17 tahun kemudianBisnis.com
Kongres Pemuda I sudah melahirkan ikrar yang samaKongres I tidak membuahkan hasilBisnis.com

FAQ — Jelang Sumpah Pemuda ke-98, Ini Sejarah Kongres Pemuda II 1928

Apa itu Kongres Pemuda II 1928?

Kongres Pemuda II adalah pertemuan organisasi pemuda dan pelajar pada 27–28 Oktober 1928 di Batavia. PPPI menggagasnya. Kongres berlangsung dalam tiga rapat dan menghasilkan ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa yang kini dikenal sebagai Sumpah Pemuda.

Siapa ketua Kongres Pemuda II?

Ketuanya Soegondo Djojopoespito dari PPPI. Sekretarisnya Mohammad Yamin, yang menulis rumusan ikrar. Menurut GNFI, Amir Sjarifuddin menjabat bendahara panitia.

Di mana saja Kongres Pemuda II digelar?

Di tiga gedung di Batavia: Katholieke Jongelingen Bond di Lapangan Banteng, Oost-Java Bioscoop, dan Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106. Gedung terakhir kini menjadi Museum Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda ke-98 jatuh pada tanggal berapa?

Peringatan ke-98 jatuh pada 28 Oktober 2026, hari Rabu. Angka 98 diperoleh dari selisih 2026 dan 1928. Tanggal itu hari nasional yang bukan hari libur menurut Keppres Nomor 316 Tahun 1959.

Apa isi Sumpah Pemuda?

Tiga butir: bertumpah darah satu, tanah air Indonesia; berbangsa satu, bangsa Indonesia; menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.


Sejarah Kongres Pemuda II memperlihatkan satu hal. Persatuan 1928 lahir dari perdebatan, perbedaan latar, dan kerja panitia selama berbulan-bulan, bukan dari satu peristiwa tunggal. Itulah yang layak diingat saat peringatan ke-98 tiba.


Posted

in

by

Tags: