image Sejarah Kemerdekaan Negara

Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad, 4 Bulan Usai Serangan Israel-AS


Ringkasan: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza, Mashhad, pada Kamis (9/7/2026), lebih dari empat bulan setelah ia dan empat anggota keluarganya tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap kompleks kediamannya di Teheran pada 28 Februari 2026. Prosesi pemakaman berlangsung sepekan penuh dan melintasi lima kota di dua negara, di tengah eskalasi baru serangan AS-Iran yang membuat gencatan senjata sejak 17 Juni nyaris kolaps.

Apa yang Terjadi pada Ali Khamenei?

Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad, 4 Bulan Usai Serangan Israel-AS

Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, tewas pada usia 86 tahun bersama empat anggota keluarganya dalam gelombang pertama serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam kompleks kediaman resminya di Teheran pada 28 Februari 2026. Pemakamannya sempat tertunda berkali-kali karena alasan keamanan selama perang berlangsung, sebelum akhirnya digelar sepekan penuh pada 3–9 Juli 2026 dan berakhir dengan penguburan di kota kelahirannya, Mashhad, di kompleks Makam Imam Reza — salah satu situs tersuci bagi umat Muslim Syiah.

Kepemimpinan Iran kini berada di tangan putranya, Mojtaba Khamenei, yang ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi baru oleh Majelis Ahli sekitar sepekan setelah kematian ayahnya. Namun hingga pemakaman berlangsung, Mojtaba belum pernah tampil di depan publik; sejumlah pejabat menyebut ia terluka dalam serangan yang sama, meski tingkat keparahannya belum jelas.

Kronologi Prosesi Pemakaman: Lima Kota, Dua Negara, Satu Minggu

Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad, 4 Bulan Usai Serangan Israel-AS

Rangkaian pemakaman Khamenei dan empat kerabatnya menempuh sekitar 2.600 kilometer melintasi lima kota di Iran dan Irak sebelum jenazah kembali ke Mashhad untuk dikebumikan. Berikut urutannya:

  1. Jumat, 3 Juli — Teheran (Grand Mosalla): Prosesi resmi dibuka dengan penghormatan kenegaraan di Kompleks Mosalla Besar Teheran, dihadiri pejabat tinggi Iran, tokoh militer, ulama, serta delegasi asing.
  2. Sabtu–Minggu, 4–5 Juli — Teheran (penghormatan publik): Penghormatan terbuka untuk publik digelar dua hari di Mosalla, disusul iring-iringan sejauh 10 kilometer menuju Azadi Square yang menurut pejabat Iran dihadiri sedikitnya 12 juta orang.
  3. Selasa, 7 Juli — Qom: Peti jenazah diarak melalui kota suci Syiah ini, disaksikan ratusan ribu pelayat.
  4. Rabu, 8 Juli — Najaf dan Karbala, Irak: Jenazah diterbangkan ke Irak dan diarak di dua kota suci Syiah tersebut. Kelompok paramiliter Irak, Hashd al-Shaabi (PMF), menyebut lebih dari 2,3 juta orang mengikuti prosesi di Najaf saja.
  5. Kamis, 9 Juli — Mashhad: Jenazah tiba di Bandara Internasional Mashhad, diarak menggunakan truk menuju Kompleks Makam Imam Reza, lalu dimakamkan di aula Dar Al-Dhikr pada malam harinya. Salat jenazah dipimpin oleh putra sulung Khamenei, Hojjatoleslam Seyyed Mostafa Hosseini Khamenei.

Delegasi resmi dari sekutu regional Iran — Hamas dan Jihad Islam dari Gaza, Hezbollah dari Lebanon, serta Houthi dari Yaman — turut hadir dalam rangkaian prosesi. Kantor berita Antara melaporkan pemakaman ini dihadiri pejabat dari lebih 45 negara dan cendekiawan dari lebih 90 negara. Perlu dicatat, angka jumlah pelayat berbeda antar sumber: pejabat Iran menyebut total lebih dari 15 juta orang sepanjang pekan berkabung, sementara sejumlah media internasional menyebut angka itu sebagai klaim resmi yang belum terverifikasi independen.

Kenapa Pemakaman Baru Digelar 4 Bulan Kemudian?

Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad, 4 Bulan Usai Serangan Israel-AS

Kematian Khamenei terjadi di hari pertama perang, saat situasi keamanan di Teheran masih sangat tidak stabil. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sempat mengonfirmasi pada akhir Juni bahwa Iran berkoordinasi dengan Irak untuk menyiapkan mekanisme khusus pemakaman di situs-situs suci Syiah lintas negara — proses yang butuh waktu karena eskalasi militer yang terus berulang meski ada kesepakatan gencatan senjata sementara pada 17 Juni.

Bahkan menjelang hari pemakaman, serangan belum sepenuhnya berhenti. Media pemerintah Iran melaporkan serangan AS menewaskan 17 orang, termasuk serangan yang melumpuhkan jalur kereta Teheran–Mashhad — meski pejabat Iran memastikan hal ini tidak menunda upacara. Beberapa jam sebelum penguburan, sejumlah ledakan juga terdengar di sekitar Bushehr, lokasi salah satu instalasi nuklir Iran, meski Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah telah melakukan serangan di wilayah tersebut pada rentang waktu itu.

Mengapa Dimakamkan di Mashhad?

Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad, 4 Bulan Usai Serangan Israel-AS

Menurut Mohammad Mohammadi Golpayegani, mantan kepala kantor Khamenei semasa hidupnya, Khamenei sendiri telah berwasiat untuk dimakamkan di Mashhad, di dekat Makam Imam Reza — imam kedelapan dalam tradisi Syiah Imamiyah dan keturunan langsung Nabi Muhammad. Mashhad juga merupakan kota kelahiran Khamenei pada 1939, tempat ia menempuh pendidikan seminari awal sebelum melanjutkan studi ke Qom. Kompleks makam yang sama juga menjadi tempat peristirahatan terakhir mantan Presiden Iran Ebrahim Raisi, yang wafat dalam kecelakaan helikopter pada Mei 2024.

Untuk mengamankan prosesi, militer Iran mengerahkan jet tempur — termasuk sedikitnya dua unit MiG-29 — untuk berpatroli di ruang udara sekitar kompleks makam selama upacara berlangsung.

Konteks yang Lebih Luas: Perang yang Belum Usai

Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad, 4 Bulan Usai Serangan Israel-AS

Pemakaman Khamenei berlangsung di tengah eskalasi baru antara AS dan Iran. Setelah Iran menyerang tiga kapal tanker di Selat Hormuz, AS membalas dengan serangan dua malam berturut-turut, dan Presiden AS Donald Trump menyatakan di forum KTT NATO di Ankara bahwa kesepakatan gencatan senjata 17 Juni telah berakhir. Sepanjang prosesi pemakaman, pelayat berulang kali meneriakkan slogan menuntut pembalasan terhadap Trump atas keterlibatannya dalam serangan yang menewaskan Khamenei.

Pola serangan militer lintas batas yang memicu keruntuhan kepemimpinan sebuah negara bukan hal baru dalam sejarah — dari agresi militer yang mengguncang fondasi kekuasaan di berbagai belahan dunia, hingga bagaimana kawasan Timur Tengah, termasuk negara-negara Teluk yang juga membangun kedaulatannya di tengah tekanan geopolitik besar, terus menghadapi dinamika serupa. Hubungan Iran dengan negara-negara sekitarnya, termasuk sikap solidaritas antarnegara berkembang seperti yang pernah ditunjukkan saat Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia di masa awal republik berdiri, menunjukkan bagaimana peristiwa politik di satu kawasan kerap bergema jauh melampaui batas negaranya.

FAQ — Pemakaman Ali Khamenei

Kapan Ali Khamenei meninggal dunia?

Khamenei tewas pada 28 Februari 2026, dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam kompleks kediamannya di Teheran.

Kapan dan di mana Ali Khamenei dimakamkan?

Ia dimakamkan pada Kamis, 9 Juli 2026, di Kompleks Makam Imam Reza, Mashhad, setelah prosesi berkabung sepekan penuh di Teheran, Qom, Najaf, dan Karbala.

Siapa pengganti Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran?

Putranya, Mojtaba Khamenei, ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi baru oleh Majelis Ahli sekitar sepekan setelah kematian ayahnya, meski hingga pemakaman ia belum tampil di depan publik.

Kenapa pemakaman Khamenei baru digelar 4 bulan setelah kematiannya?

Penundaan terjadi karena situasi keamanan yang tidak stabil akibat perang yang masih berlangsung antara Iran dan AS-Israel, serta kebutuhan koordinasi lintas negara untuk prosesi di situs-situs suci Syiah di Iran dan Irak.


Ditulis oleh Redaksi. Disusun berdasarkan laporan Al Jazeera, Kompas, Antara, CNN Indonesia, Liputan6, Detik, CNBC Indonesia, dan Okezone.


Posted

in

by

Tags: